Advertisement

Legendary


Legendary adalah salah satu nama achievement yang ada di aplikasi belajar bahasa asing Duolingo. Legendary akan didapatkan pengguna yang berhasil menduduki posisi pertama di level Diamond. Ada sepuluh level belajar yang ada di Duolingo, paling rendah adalah Bronze dan paling tinggi Diamond.

Saya mau cerita tentang (((perjuangan))) mendapatkan (((penghargaan))) Legendary ini. Jadi aplikasi Duolingo saya pasang di ponsel tanggal 27 November 2020. Hayo tanggal apa itu? Tanggal ulang tahunnya Park Chanyeol hahahaha. Ditepatin banget? Enggak, nggak sengaja ini tu.

Di tanggal tersebut pula saya langsung memulai belajar bahasa asing. Bahasa yang saya pilih tentu saja bahasa Korea. Kemudian mulai sok-sok ingin mempelajari bahasa lainnya secara bersamaan.

Karena sudah ada ketertarikan dengan bahasa Spanyol, maka bahasa tersebut saya pilih menjadi bahasa kedua di aplikasi Duolingo. Ternyata susah beb belajar dua bahasa asing yang jauh berbeda ini secara otodidak di waktu yang sama, wkwkwkwk. Nggak sanggup otak saya bagi-baginya. In the end, bahasa Spanyol ngalah dulu karena bahasa Korea lebih prioritas demi bisa memahami apa yang oppa ucapkan.

Saya belajar bahasa Korea di aplikasi Duolingo tanpa terputus sehari pun, setiap minggu naik level. Hanya sempat stuck satu kali di level Obsidian kalau nggak salah ingat (satu level di bawah level Diamond, tapi nggak pernah terdegradasi ke level yang lebih rendah). Ambisius pokoknya walaupun nggak pernah ada di peringkat satu, yang penting naik level.

Setelah mencapai level Diamond, saya sedikit mengendurkan durasi latihan dalam sehari. Berlatih secukupnya saja yang penting masih bisa dibuat bertahan di level Diamond. Ternyata gaes, dengan kendur latihan begini namun tetap bertahan di Diamond, ketika masuk pekan yang baru lawannya juga yang kendur-kendur hahahahaha.

Kesempatan itu saya manfaatkan untuk tancap gas guna meraih achievement Legendary sekaligus Winner (Winner ini didapat ketika berhasil juara satu mau apa pun levelnya). Rencana saya setelah mendapat dua penghargaan itu, saya mau lebih rileks belajarnya. Nggak mau lagi dikejar-kejar peringkat dan nggak mau lagi saingan sama banyak orang. Capek wkwkwkwk. Biarlah nanti terdegradasi sampai level Bronze yang penting hidup damai.

Hal ini juga karena setelah saya rasa-rasakan, belajar bahasa Koreanya nggak terlalu maksimal dalam hal ngetik huruf Korea. Ngejar poin kan harus cepat-cepat ya untuk mempertahankan posisi, nah saya pakai fitur pencet-pencet jawaban instead of ngetik manual. Ketika saya coba ngetik manual, amblas sudaaah...banyak yang salah hahaha. Nggak mau dong kayak gitu terus, nggak mau sia-sia belajar dalam kurun waktu sekian tapi tetap memble dalam mengetik kalimat berbahasa Korea.

So, minggu kemarin saya eksekusi rencana mendapat Legendary dan Winner tersebut. Gas pol rem blong meraih poin banyak-banyak dengan hanya mengandalkan bahasa Korea. Saya pikir aman awalnya, tapi ternyata ada seorang user kakek-kakek asal Spanyol sepertinya (karena beliau belajar bahasa Inggris dengan bahasa asli Spanyol) yang poinnya nggak jauh-jauh dari poin saya terus. Beliau selalu ada di peringkat dua. Saya kira, kakek-kakek ini menghindar dari kejaran peringkat tiga, taunya ngejar tahta peringkat pertama yang lagi saya duduki.

Asli deh waktu itu paniknya sampai kebawa mimpi lho HAHAHAHAHA. Mimpi poin terkejar dan gagal meraih Legendary. Terkejarnya bukan oleh kakek Spanyol itu malah, terkejarnya karena orang asing random yang belajar bahasa Jerman. Saya sampai pingin nangis rasanya di dalam mimpi. Untung cuma mimpi.

Duh penting banget ya sampai segitu ambisnya? PENTING BANGET! Saya sudah ada di posisi satu, sudah hampir selesai masa perjuangannya, kalau sampai posisi saya tergantikan oleh orang lain dan saya finish di posisi dua...wah kiamat sughro. Saya akan masuk ke liga baru yang isinya orang-orang ambisius lagi, and it means lebih susah dapetin Legendary. MALES BANGET HUHU NGGAK MAU!

Jadi minggu kemarin itu mau nggak mau saya harus tetap berada di posisi pertama. Tapi berbekal bahasa Korea aja nggak mungkin lari jauh dari si kakek Spanyol. Mau lari jauh dengan poin bahasa Spanyol juga nggak mungkin, orang nggak mahir. Maka dari itu saya mainkan strategi berupa...memilih bahasa Indonesia (dan bahasa Jerman yang mana sodara saya yang ngerjain bahasa Jermannya) wkwkwkwk.

Waktu itu mikirnya daripada belajar bahasa Inggris dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, lebih baik belajar bahasa Indonesia pakai pengantar bahasa Inggris. Hitung-hitung merasakan rasanya bagaimana kalau orang asing belajar bahasa Indonesia di Duolingo, kaku atau enggak kalimat-kalimat yang ada di dalam sistemnya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Singkat cerita, saya berhasil melesat ribuan poin dari si kakek Spanyol berkat pakai bahasa Indonesia (dan bahasa Jerman) hehehe. Yaiya hamba kan Indonesian native speaker. Saya inget banget hari Sabtu itu sehariaaan ngejar poin demi bertahan di posisi satu, sampai pusing kebanyakan menatap layar ponsel wkwkwk. Hari minggunya saya mulai mengendorkan latihan karena sudah jauh banget bedanya dengan posisi dua. Gitu lho ya masih ada overthinking dikejar kakek-kakeknya ckckck. Emang dasar suka overthinking yang nggak penting.

In the end, penghargaan Legendary dan Winner ada dalam genggaman (tertanggal 5 April 2021). Yeay! Tinggal beberapa achievement lagi sebenarnya yang belum saya raih, tapi meraihnya masih bisa kok di level yang lebih rendah dari Diamond. So, no worries. AKHIRNYA BISA ZEN BELAJAR BAHASA KOREA DI DUOLINGO~~~ Bisa ngetik manual lagi tanpa khawatir poin, bisa mulai nyatetin kosakata baru yang terlewat karena sibuk ngejar poin kemarin-kemarin. Yuhuuu~~~

Anyway, ketika belajar bahasa Indonesia di Duolingo minggu kemarin, saya membatin begini: "bahasanya formal banget kayak text book, penutur bahasa Korea asli kalau melihat bahasa Korea di Duolingo bakal ngerasa begini juga nggak ya?" 😂😂😂


*

Post a Comment

5 Comments

  1. Wkwk sampai kebawa mimpi gitu 🤣 aku jadi ingat kadang kalau seharian kebanyakan main atau ngerjain sesuatu yang sama terus-terusan, jadi suka kebawa mimpi dan kadang bikin gregetan karena udah capek di dunia nyata, eh di dunia mimpi disuruh kerja keras juga untuk main/ngerjain sesuatu 🤣

    Anyway, congrats Kak Endah udah sampai level Legendary! It must be hard! Aku pernah pakai Duolingo dan baru stage awal aja udah lelah terus ngelihat level dan stagenya yang banyak banget, langsung bawaannya pengin uninstall app-nya aja 🤣🤣 #cupu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Liii bener😂 capek banget di irl ada, di mimpi kebawa juga😂🙈

      Maaci Peri Kecil🌸❤❤ wkwkwk ambisinya kurang gede tuh😜 ini kalau bukan karena cinta cowok kipop juga nggak bakal aku bela-belain ambisius belajar bahasa Korea🙈

      Delete
  2. wkwkwkw seru juga ini mbak
    sayang duolingo engga ada bahasa Tagalog
    jadinya aku belajar di 101 pod
    klo belajar bahasa asing mirip gim gini emang seru abis'
    kadang engga kerasa bosannya saking kepinginnya ngejar poin juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya ya mas Ikrom, aku baru sadar nggak ada bahasa Tagalog. 101 pod ini aplikasi juga kah?

      Iya seru banget kalau lagi ambisius gitu wah udah deh lupa waktu ngejar poin mulu, kalau udah mencapai titik jenuh bersaing...udah deh mau turun level juga cuek aja wkwk.

      Delete
  3. Ini serius sedang membahas aplikasi belajar bahasa kan yah? kok aku baca blog ini kayak membahas strategi game?? wkwk.. soalnya terlihat tegang dan intens sekali. Sumpah jadi penasaran sama dualingo. Berbayar enggak sih?

    ReplyDelete

Halo! Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Jika perlu segera mendapat balasan, silakan mention ke twitter @winteryspring ^^ Terima kasih♡