February 13, 2018

Seollal? Chuseok? Apa Itu?

cr: SMEnt

Dulu kalau tiba-tiba banyak bintang Korea foto pakai hanbok (pakaian tradisional Korea), saya suka bingung dan bertanya-tanya dalam rangka apa. Soalnya mereka berfoto mengenakan hanbok nggak spesifik tanggal berapa dan bulan berapa. Iya suka ganti-ganti. Kadang Februari tanggal sekian, lain waktu Oktober tanggal sekian, tahun depan Januari tanggal sekian.

Setelah cari tahu sana-sini, selebritis-selebritis itu pakai hanbok dalam rangka menyambut Seollal maupun Chuseok. Apa itu Seollal dan Chuseok?

Apa dan kapan?
Seollal (설날) dan Chuseok (추석) adalah dua hari libur besar di Korea.

Seollal is the first day of the lunar calendar, dengan kata lain Seollal adalah tahun baru. Nggak hanya di Korea saja, orang-orang di Cina, Jepang, Mongolia, Tibet, Vietnam, Kamboja, Laos, and Thailand juga merayakan Lunar New Year ini. Warga keturunan Tionghoa di Indonesia juga merayakan, namanya bukan Seollal tapi imlek.

Meanwhile Chuseok celebrated on the 15th day of the 8th month of the lunar calendar, Chuseok dikenal juga dengan nama Korean Thanksgiving Day. Perayaan yang mirip Chuseok kalau di Cina namanya mid autumn festival.


Tradisi saat Seollal dan Chuseok
1. Going back home
Orang-orang Korea punya tradisi mudik ke kampung halaman mengunjungi orangtua dan kakek-nenek mereka di dua hari libur besar nasional itu. Seollal dan Chuseok memang hanya satu hari, tapi jatah liburnya tiga hari.

Mudiknya orang-orang Korea di Seollal dan Chuseok bisa dibilang mirip sama mudik lebaran di Indonesia, jalanan macet parah. Kota Seoul jadi sepi karena penghuninya pada pulang kampung.

Cara mudiknya macam-macam, ada yang naik pesawat (paling nyaman sekaligus paling mahal), kereta api (booking tiketnya harus dari jauh-jauh hari dan perlu perjuangan yang luar biasa keras karena harus bersaing dengan orang se-Korea!), bus (paling murah jadi banyak orang mudik naik bus, resikonya harus duduk lama di dalam bus karena jarak yang normalnya bisa ditempuh selama 3 jam bisa jadi 7-8 jam), atau mobil.

2. Bowing to the deceased ancestors
Saat Seollal, ketika semua keluarga sudah berkumpul (semuanya memakai hanbok) mereka akan melakukan ritual penghormatan pada leluhur yang sudah meninggal. Berbagai macam makanan seperti  nasi, jeon (전)/panekuk Korea, yakgwa (약과)/semacam kue, songpyeon (송편)/ricecake manis, dan aneka sup dipersembahkan untuk leluhur. Penghormatan ini bisa dilakukan di dalam rumah maupun di pemakaman.

Macam-macam makanan yang dipersembahkan orang Korea untuk leluhur yang telah meninggal. Kalau nggak kelihatan di-zoom aja itu ada makna masing-masing makanannya juga (sumber).

Setelah itu dilanjutkan bowing kepada keluarga yang sudah tua seperti orangtua maupun kakek-nenek. Beliau-beliau itu kemudian memberi uang dan/atau petuah-petuah untuk anak-anaknya.

Tradisi bowing to the deceased ancestors juga berlaku saat Chuseok. Ritual ini disebut charye (차례). Anggota keluarga yang paling tua melakukan bowing terlebih dahulu kemudian diikuti oleh anggota keluarga yang lebih muda.

Aneka macam makanan seperti jeon, banchan (반찬) /Korean side dishes, nasi, daging, buah-buahan, yakgwasongpyeon, dan shikhye (식혜)/minuman dari beras yang difermentasi dipersembahkan untuk para leluhur. Bedanya dengan Seollal, saat Chuseok tidak ada bagi-bagi uang atau petuah.

3. Have a feast
Makanan-makanan yang dipersembahkan untuk para leluhur boleh dimakan setelah prosesi bowing selesai. Oh iya yang memasak dan membereskan semua makanan adalah para wanita di dalam keluarga.

Selain makanan-makanan yang sudah disebutkan di poin nomor 2, saat Seollal orang Korea juga makan tteokguk (떡국) atau sup ricecake.

sumber

4. Playing games
Acara dilanjutkan dengan bermain permainan tradisional Korea. Permainan yang biasa dimainkan anak-anak saat Seollal adalah yutnori (윶놀이), jegichagi (제기차기), dan gonggi (공기). Sedangkan orang dewasa biasanya bermain godori (고도리). Kalau saat Seollal cuaca di luar sedang bagus, para orangtua mengajak anaknya menerbangkan layang-layang segi empat atau bermain jungkat-jungkit.

Pada saat Chuseok, orang-orang Korea bermain gulat, chicken fights, atau menari dengan membentuk lingkaran di bawah sinar bulan.

Bermain yutnori (sumber)


Perayaan Seollal dan Chuseok di era modern
Karena mudik saat Seollal dan Chuseok menyebabkan macet dimana-mana, keluarga-keluarga Korea modern biasanya memilih untuk liburan bersama ke luar negeri dan tidak mudik sama sekaliKeluarga-keluarga Nasrani Korea juga tidak melakukan ritual bowing to the deceased ancestors.

Mengenakan hanbok bisa diganti dengan berpakaian resmi saat perayaan Seollal dan Chuseok. Kemudian untuk urusan masakan yang bermacam-macam itu, wanita-wanita Korea sekarang bisa memesan lewat katering sehingga nggak kerepotan masak ini itu.

Meskipun permainan tradisional masih ada yang memainkan, anak-anak maupun remaja Korea juga bermain video games atau pergi karaoke di hari Seollal dan Chuseok. Orang-orang dewasa biasanya ngobrol-ngobrol dengan ditemani soju.


Bagaimana dengan orang Korea yang tinggal di luar Korea?
Mereka juga merayakan Seollal dan Chuseok bersama keluarga.

Kalau orang Korea Utara gimana?
Golongan kelas bawah di Korea Utara saat Seollal dan Chuseok punya aturan ketat kalau mau mengunjungi makam keluarga maupun leluhurnya. Sedangkan golongan kelas atas punya kebebasan untuk berkunjung ke makam.

Tahun ini seperti yang sudah tertera di kalender, Seollal jatuh pada tanggal 16 Februari 2018. Ucapan selamat tahun baru yang biasa mereka ucapkan baik ketika Seollal maupun tahun baru masehi adalah:


새해 복 많이 받으세요!
(Saehae bok manee badeuseyo!)
(Literally translation: May you receive much luck in the new year!)

Sekian untuk hari ini, semoga bermanfaat!

Eh iya saya dapat informasi Seollal dan Chuseok ini dari empat video di bawah ini:
[Ask Hyojin] Going Back Home on Chuseok
CHUSEOK: Korean Thanksgiving (KWOW #103)
Chuseok - The Korean Thanksgiving
LUNAR NEW YEAR - How Koreans Celebrate (KWOW #76)

Kalau ada informasi yang kurang, boleh lho nambahin. ;)


*

No comments:

Post a Comment