April 27, 2022

Finally, Power of Love The Movie

Foto real tanpa filter di sekitar tempat poster Power of Love The Movie berada. Tempatnya kurang cahaya plz. πŸ’€

Power of Love The Movie adalah sebuah film dokumenter dari grup K-Pop Seventeen. Film ini berisi penampilan panggung Seventeen waktu mereka konser Power of Love dan diselingi dengan wawancara para member. Ada juga cuplikan-cuplikan video waktu mereka pre-debut, 1st win, dan syuting MV Snapshoot (MV yang dari director sampai editornya Mingyu semua wkwk). 

Karena sudah cukup lama nggak ngikutin Seventeen secara intens, saya nggak terlalu hafal dengan lagu-lagunya. Memang sebagian besar lagu-lagu yang ditayangkan bukan merupakan lagu first favorite saya sih, hehehe. Paling-paling hanya Clap dan Smile Flower yang bener-bener nomor satu di hati. *pret* Ngomong-ngomong soal lagu Clap, sumpah waktu part yang harusnya diisi dengan fanchant, saya udah gemes banget pingin teriak nama-nama member tapi sungkan soalnya penonton lain pada diem. πŸ˜… 

Ada dua lagu yang waktu itu bener-bener baru saya denger, yaitu Horangi Power-nya Hoshi dan Zero-nya Dino. Hoshi ya ampuuun gemesin banget lagunya. 😭 Dia kan image-nya harimau ya, tapi muka sama lagunya tuh cute gitu lho gimana dah. πŸ˜‚ Ini anak emang nggak pernah gagal bikin saya gmz. Sementara untuk lagu Zero, sebenernya saya udah tahu dari dulu tapi belum pernah dengerin sama sekali. πŸ˜… 

Lagu Seventeen yang berbahasa Jepang juga ditayangkan, yaitu yang judulnya Hitori Janai. Tbh saya lebih suka yang Call Call Call kalau lagu Japanese-nya, tapi karena Hitori Janai rilisnya lebih baru dan saya bukan siapa-siapa di Pledis dan Hybe, jadinya yaudah telen aja yang ada di depan mata. Begitu pula dengan lagi Hip Hop Team (saya bias ke tim ini hoho), mereka bawainnya If I masaaa. 😭 Padahal kan ada lagu yang lebih baru kayak GAM3 BO1, kenapa nggak bawain lagu yang judulnya jamet tapi asik ituuuhhh hiiih. Again, karena saya bukan siapa-siapa di Pledis dan Hybe, jadinya yaudah telen aja yang ada di depan mata. πŸ˜‘ 

Untuk wawancara para membernya sendiri, menurut saya paparan mereka di sepertiga awal film tuh inti topiknya udah sering saya dengar di acara maupun video yang dulu-dulu. Dua per tiga sisanya was a brand new for me. 

Oh iya berhubung film ini rilisnya nggak jauh-jauh dari hari kepergian ibunda Wonwoo, waktu ditayangkan cuplikan Seventeen masih pre-debut dan dipertemukan dengan orangtua mereka tuh bikin air mata saya menggenang. Asli saya nggak bisa lihat layar soalnya ibunya Wonwoo cukup jelas kelihatan. Udah deh kalau kena hal-hal yang kayak gini, saya nggak bisa nggak nangis. 😭 Semoga mama Jeon mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. πŸ₯€ 

(take a moment for awhile) 

Oke, lanjut. 

Ngomongin Power of Love The Movie, nggak akan lengkap kalau nggak ngomongin tentang kualitas gambarnya. SUPER DUPER HD sampai-sampai tekstur kulit Wonwoo dan butir-butir keringat Kim Mingyu kelihatan jelasss. 

Wah gila sih Wonwoo, dia itu tampan level dewa tapi masih manusiawi soalnya kulitnya bertekstur. 😍 CHOI SEUNGCHEOL JUGA YA ALLAH CAKEP BANGET😭 PAK TOLONG PAK GANTENGNYA DIREM DIKIT. 😀 Hamba kira hamba sudah move on dari keolengan kepada Pak Cheol, ternyata belum wkwkwkwk. Yang udah move on itu ke Mingyu, dia kelihatan kayak anak kecil di mata saya hahahaha. Last but not least is Vernon. MY BIAS IS SO HANDSOME. 😭😭😭 Makin ke sini tuh dia makin kelihatan kayak aktor-aktor teen hearthrobe Hollywood HUHUHU. Nggak salah emang saya milih bias. πŸ˜ŒπŸ’–πŸ’– 

Kok ngomongin Hip Hop Team terus? Performance sama Vocal Team gimana? Monmaap pembahasan tentang kedua tim saya serahkan kepada masing-masing fans yang membias mereka. πŸ˜† Prioritas utama saya bener-bener ke Vernon soalnya (prioritas kedua ke tim di mana dia bernaung). πŸ˜‚ Jadi tiap kali kamera ngasih angle grup lagi ngedance secara keseluruhan, otomatis mata ini mencari sosoknya dengan berteriak dalam hati: "PACAR AKU MANA PACAR AKU???" wkwkwkwk. *ditampol Sofia* 

Overall, I was so happy watching Power of Love The Movie. Itung-itung nonton konser online lah ya, hehehe. Soalnya selama ini saya nggak pernah nonton konser online, biar ada pengalaman gitu loch. Kata temen saya juga feel-nya mirip, malah lebih enak karena nontonnya di layar bioskop yang gede dan nggak ada kendala sinyal jelek. 

Kekurangan Power of Love The Movie yang paling jelas sih subtitle bahasa Indonesianya. Panjang banget ya Allah pemilihan kalimatnya. Mana semua-mua diterjemahin, termasuk frasa "say the name" yang diterjemahin jadi "katakan namanya". πŸ˜‘ Terus ada kalimat yang nggak diucapkan member, tapi ditulis di sub-nya. Temen saya malah udah nge-rant habis-habisan soal terjemahan ini soalnya dia translator, jadi lebih jeli nangkep kengacoan subtitle-nya.

πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Terakhir, kenang-kenangan nonton Power of Love The Movie:

Ternyata kami nontonnya barengan. πŸ˜†

See you on my next post!


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

No comments:

Post a Comment

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.