November 2, 2021

Permainan Sotong


I broke my commitment. Beberapa waktu yang lalu saya meninggalkan komentar di postingan review serial 'Squid Game' di blog mba Tika. Komentar tersebut menyatakan kalau saya nggak akan nonton serial Netflix populer itu karena banyak darah-darahnya. Nyatanya ditonton juga soalnya nggak kuat menahan gempuran obrolan orang-orang. 😆

Jarang-jarang lho ini. Biasanya kalau ada serial atau drama populer dari Korea yang wara-wiri di timeline, saya cuek aja. Waktu drama 'Sky Castle', 'Start Up', 'Nevertheless', sampai serial 'Kingdom' diomongkan banyak orang, saya bergeming tidak mengindahkan kehebohan yang terjadi. Lain cerita dengan 'Squid Game'.

Sempat iseng dengan sekilas nonton episode 3 yang judulnya "The Man with an Umbrella", kemudian mikir...kok cerah ya ini latar tempatnya. Sedikit mengingatkan ke film Midsommar sebenarnya. "Adegan membunuhnya nggak terlalu gore, darah-darahnya nggak sebanyak yang aku bayangin, bisa lah ini nonton semuanya", begitu pikir saya waktu itu (walaupun bilang darahnya nggak terlalu banyak, sepanjang nonton tetep sounding ke diri sendiri kalau itu bukan darah beneran, itu hanya cairan gula dikasih warna wkwkwk).

Akhirnya...serial 'Squid Game' saya tamatkan dalam dua hari. Nggak heran sih serial ini populer. Ide ceritanya menarik, plotnya cukup rapi, akting para pemain bagus, dan bikin nggak kerasa nontonnya, tahu-tahu habis satu episode (faktor terpenting). Yaaa...ngintip durasinya sih dikit-dikit tapi bukan karena episodenya membosankan, lebih ke penasaran kayak...ini udah mau habis nggak sih??? Duh kalau dia mati gimana??? Kan kasian. :(

Berhubung kehebohan 'Squid Game' sudah sangat overused, nggak apa-apa lah ya kalau postingan ini ngasih beberapa bocoran. I'm sure most of you have watched this series.


Plot
Jadi ceritanya ada sekelompok orang yang ditawari bermain games dengan hadiah uang yang sangat banyak. Sekelompok orang ini kemudian dikumpulkan di satu tempat yang mereka nggak tahu ada di mana, yang tahu hanya orang-orang yang punya games. Saya kira mereka dibawa ke Isla Nublar, tahunya masih di dalam negaranya sendiri mweheheheh. Yakali ke Isla Nublar, dikata Jurassic World.

Sekelompok orang ini memakai baju seragam dengan penanda nomor. Nomornya berurutan dengan waktu mereka direkrut menjadi peserta. Games yang mereka mainkan di tempat itu adalah permainan analog masyarakat Korea, seperti red light green light, honeycomb, tug of war, kelereng, sampai dengan squid game itu sendiri. Saya kira squid game ini sama dengan main engklek di tanah air, ternyata beda. 😂

Mereka harus memenangkan tiap permainan untuk mendapat hadiah uang yang nominalnya sangat menggiurkan. Mereka-mereka ini mengalami kesulitan ekonomi di kehidupannya, kebanyakan karena terlilit hutang dengan lintah darat maupun penjudi. Permainan yang mereka mainkan tidak memandang jenis kelamin, usia, maupun profesi. Semua peserta dipandang setara tanpa diskriminasi.

Aturan bermain pun hanya tiga poin, salah satunya yaitu permainan akan berakhir jika mayoritas peserta memilih untuk berhenti. Terdengar sangat demokratis. Namun konsekuensi bagi yang kalah bermain betul-betul mengerikan, pihak yang kalah akan ditembak di tempat.

Penembaknya adalah orang-orang berpakaian serba merah dan bertopeng. Di topeng mereka ada lambang bangun datar. Ada yang berlambang lingkaran, segitiga, dan persegi. Rupanya lambang-lambang ini adalah hierarki petugas-petugas itu. Paling rendah adalah lingkaran, kemudian segitiga, dan persegi yang tertinggi.

Orang-orang di balik kostum merah ini hakikatnya adalah pekerja bagi bos pemilik permainan. Sebelum  bos besar, ada bos kecil dulu. Bos kecil aka front man ini berpakaian serba hitam dengan topeng hitam yang ada bentuk wajahnya. Bos kecil lebih berwenang daripada orang-orang berseragam merah, tapi tetap tunduk kepada bos besar yang berpakaian suit dengan topeng kepala hewan dari manik-manik emas.

Gambaran rinci bagaimana para peserta dibawa ke tempat permainan yang misterius, bagaimana mereka dipakaikan seragam hijau bernomor, dan bagaimana nasib orang-orang yang dibunuh karena kalah, semuanya ditayangkan di episode demi episode dengan rapi. Hal paling seram yang dialami orang-orang ini adalah...data pribadi mereka diketahui secara detail oleh pemilik permainan. Para peserta ini nggak punya privasi bahkan untuk pemenang terakhir. :)

Oh iya, film ini menyimpan dua kejutan besar. Satu kejutan bisa saya tebak, satunya lagi enggak dan itu lumayan membuat takjub sewaktu adegannya ditampilkan.


Casts
Aktor dan aktris di serial ini ada ratusan, saya bahasnya yang utama dan sampingan yang masih mendapat porsi kamera lumayan banyak.

Pertama ada Seong Gi-hun, seorang duda beranak satu yang kehilangan pekerjaan, terlilit hutang, dan gemar berjudi. Dia tinggal bersama ibunya yang sudah tua. Anak perempuan satu-satunya ikut dengan mantan istrinya yang sudah menikah lagi dengan pria yang jauh lebih mapan dari Seong Gi-hun. Namun mantan istrinya ini masih mengizinkan putrinya bertemu dengan ayah kandungnya tersebut.

Jujur waktu melihat Seong Gi-hun pertama kali, kesan saya adalah dia ini beban keluarga karena suka mengambil uang ibunya untuk berjudi. Kemudian ada sisi baik dari Seong Gi-hun, yaitu dia ingin membahagian anak satu-satunya yang dia miliki. Tipe ayah baik-baik lah. Tapi hutangnya banyak banget sampai dikejar-kejar debt collector.

Seong Gi-hun punya teman masa kecil yang juga tetangganya bernama Cho Sangwoo. Cho Sangwoo adalah kebanggaan keluarga. Tumbuh di keluarga yang pas-pasan tapi dia berhasil kuliah dan lulus dari jurusan Administrasi Bisnis-Seoul National University. Almamater dan pekerjaannya yang sekarang terlihat mentereng, tapi ternyata Cho Sangwoo terlilit hutang dengan nominal yang fantastis. Ibunya nggak tahu kalau dia ikutan Squid Game karena Cho Sangwoo pamit untuk dinas bekerja ke luar negeri.

Di dalam tempat bermain games, Seong Gi-hun dan Cho Sangwoo membentuk tim dengan tiga orang lainnya, yaitu Oh Ilnam, Kang Saebyeok, dan Ali Abdul. Oh Ilnam ini adalah pria tua yang menderita tumor otak. Secara usia, dia yang paling tua di antara para peserta Squid Game. Sementara Kang Saebyeok ini perempuan muda yang melarikan diri dari Korea Utara, negara asalnya. Dia ingin membawa serta ibunya ke Korea Selatan, jadi dia membutuhkan uang yang cukup banyak (dia juga harus menghidupi adiknya yang masih berusia sepuluh tahun). Sedangkan Ali Abdul adalah imigran gelap dari Pakistan, bekerja di pabrik dengan bayaran yang tidak begitu besar serta sering telat cairnya. Dia mempunyai istri dan seorang anak yang masih berusia satu tahun.

Seong Gi-hun and the gank ini sering crash dengan Jang Deoksu and the gank. Jang Deoksu ini sumpah nyebelin hadeh, pinter akting aktor yang meranin tokoh ini. Jang Deoksu ini kayak bagian dari gangster gitu hidupnya, terbelit hutang dengan para penjudi dari Filipina. Ini orang kelihatan banget nggak bisa dipercaya.

Selain itu ada wanita bernama Han Minyeo. Waktu mengetahui kebrutalan permainan yang dia mainkan, dia berlutut sambil menangis memohon untuk dipulangkan karena ada anaknya yang baru lahir dan belum diberi nama. Tapi dia ini misterius. Benar atau tidak latar kehidupan yang dia ucapkan belum terbukti, soalnya begitu lihat uang banyak matanya langsung hijau. Orangnya banyak omong banget, suka bilang jago ini itu, berisik deh pokoknya.

Kemudian ada seorang polisi bernama Hwang Junho yang menyusup ke tempat permainan itu untuk mencari keberadaan kakaknya yang cukup lama hilang. Kakaknya bernama Hwang Inho. Tbh lebih deg-degan nonton Hwang Junho nyamar jadi petugas berpakaian merah sih daripada nonton orang-orang yang main gamesKalau nonton orang-orang yang main games tuh cuma awal-awal aja kagetnya, lama-lama kayak kebal nontonin orang-orang ditembakin huhuhuhu. Jahat banget yang punya games!

Sedangkan Hwang Junho kan nggak tahu apa-apa tentang aturan kerja di markas Squid Game gimana, job desc-nya apa, denah bangunannya seperti apa, dll dsb. Untungnya dia ini polisi cerdas yang ahli menyamar dan membaur. Dia nggak kelihatan celingukan dan awkward. Kalau saya yang jadi Hwang Junho kayaknya udah tamat ketahuan sebelum mencapai pulau. 😆

Btw ada beberapa tokoh bule yang memakai topeng hewan berwarna emas yang datang menyaksikan peserta bermain games. Sumpah ya orang-orang terlalu kaya ini tuh deserve ditempatkan di Palung Mariana-nya neraka Jahannam. Calon-calon kerak neraka bener, tega banget menghibur diri dengan menonton orang-orang nggak berduit untuk bermain games yang taruhannya nyawa. Daripada buang duit dengan cara seperti itu, mbok ya melakukan sesuatu yang berguna kayak donasi ke negara-negara miskin di bidang kesehatan dan pendidikan, atau mendirikan yayasan cinta lingkungan agar alam nggak makin rusak. Kaya raya tapi nggak dibarengi dengan adanya hati nurani. :(


Overview
Walaupun nggak terlalu mikir waktu nonton serial ini, tapi karakter tokoh-tokoh di dalamnya mayan bikin merenung. Merenung tentang rasa percaya terhadap orang lain, berbuat baik, dan utang-piutang. Kalau harus menyimpulkan dengan satu kalimat, kira-kira begini "tidak ada salahnya menjadi orang baik yang berhati-hati dalam mempercayai orang lain (biar nggak dimanfaatin), dan sebisa mungkin menghindari berutang atau mengutangi orang lain biar diri sendiri nggak ribet (ingat: sebelum membuat orang lain nggak ribet, buatlah diri sendiri nggak ribet terlebih dahulu)."

Oh iya ini agak melebar sedikit. Tentang berbuat baik, berhubung saya muslim, jadi ingat salah satu ayat Alquran di surat Albaqarah ayat 148 yang artinya "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya (pada hari kiamat). Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." Sering juga kalimat tersebut dikatakan oleh Habib Hussen Jafar Al Hadar.

Kemudian saya ingat ketika melayat, sebelum jenazah diberangkatkan ke liang lahat, para pelayat biasanya ditanya, "almarhum/almarhumah ini orang yang baik atau tidak baik?". Pertanyaannya bukan orang yang benar atau salah, tapi orang yang baik atau tidak baik.

Belum lama ini kebetulan saya juga mendengarkan podcast YOLO yang berjudul "Orang Baik vs Orang Benar". Menjadi orang baik lebih susah daripada menjadi orang benar. Idealnya memang menjadi orang baik yang benar, tapi tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada satu kutipan menarik dari episode tersebut, yaitu "if you can't be a kind person, at least don't be a public enemy".


Sekian untuk hari ini, sampai jumpa di postingan selanjutnya! Kalau ada pendapat yang sama atau berbeda boleh banget ditulis di kolom komentar. Bye and have a good day!


*
Endah April
Endah April

Hello! I write about K-Pop, traveling, books, movies, and life. Please enjoy my blog, thank you! Contact me: happinessanddelight[at]gmail[dot]com

11 comments:

  1. aku masih stuck di episode 7
    habis shock liat yang suami gantung diri karena ngalahin istrinya di permaianan kelereng
    asli ini bikin aku jantungan serialnya
    tapi relate banget sama kehidupan
    masalah baik enggak baik emang susah
    yang penting engga nyusahin orang dan mau bantu orang udah cukup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lho yang permainan kelereng itu sumpah aku nggak nyangka kalau harus saling melawan partnernya. Kirain kerjasama kan, makanya mereka milih orang-orang terdekat. Lha kok...😭

      Setuju sama mas Ikrom, makasih udah mampir dan berkomentar di sini🤩

      Delete
  2. Sepertinya polisinya masih hidup ya.. *eh spoiler.. 🤣🤣 kasihan aja kalau mati.

    Filmnya emng bagus sih. Aku suka.. aku sndiri ya awalnya kaga mau nnton. Tapi berhubung kemarin2 ada teman nnton jadi ya coba..

    Aku sndri nnton sekali jalan Mba. mulai nnton sekitar jam 7 malam. Selesai2 jam 4 pagi 🤣.. Ngantuk banget 😂.... tapi berhubung nnton bareng bertiga jadinya dipaksa suruh melek, smpe ngedoping kopi Hitam. terus pas udh beres, asli lieur banget mba.. haha. Baru nyoba buat tidur.. ehh stengah jam kemudian. Adzan subuh.. hahah. Akhirnya kita tidur smpe jam 2 siang. Kaga sarapan, kaga maksi.. bangun2 kepala udah ngefly.. alias pusing.. hahaha

    Sebegitunya sama squid game.

    Bagian paling sedih tuh sewaktu si Ali dikhianati. Ya ampunnn.. sama dua cewe itu pas main lempar kelereng. Astaga 😭😭

    Terus sumpah kesel banget sama yg jahat itu.. Kesel banget suer.. puas bnget pas dia mati.. haha. *jahat..

    ReplyDelete
    Replies
    1. *nimbrung* yang cewe main kelereng iya sedih banget ini, kenapa sih bikin permainanannya mesti kayak begitu hahaha. Agak miris sih ya sewaktu si Ali ketipu sama Sangwoo, sebenernya Sangwoo gak salah juga sih toh dia kepengin menang juga kan ya cuman kasian banget Ali gak tega liatnya udah anggep Sangwoo orang jujur eh tapi akhirnya begitu, haduuuuuh 💔.

      Delete
    2. Kayaknya emang polisinya masih hidup soalnya ditembaknya bukan di jantung dan walaupun di tepi tebing dia jatuhnya, tetep kayak kelihatan bakal selamat sih😂 *makin spoiler*

      Ya ampun iya bener yang scene 2 cewek itu aku sampe nangis😭 mba Reka sama mas Bayu nangis juga nggak?😭

      Ih ya ampun mba Rekaaa aku udah dari awal tau nggak suka sama Sangwoo, cara dia ngerespon Gihoon waktu pertama kali ketemu di (((venue))) Squid Game tuh kayak mencurigakan, eh beneran...tapi ya emang gimana ya huhu, pokoknya yang punya game nih yang nggak punya hati😭

      Wkwkwkwkwk astaga mas Bayuuu untung nggak keliyengan ya, hampir 24 jam nggak tidur😂😂😂

      Delete
  3. Aku awalnya juga ga tertarik mba nonton ini, Krn pas liat trailer, kok kayak aneh aja, dalam ruangan, mana itu boneka kesannya lucu wkwkwkwjw. Ternyataaa Krn temen banyak yg nyuruh nonton, aku tergoda doooong 🤣. Ehhh ga sadar langsung marathon aja. 😅.

    Naaah sebelnya, pas nonton squid games, aku tuh lagi nonton prison playbook juga, yg pemeran utamanya si sangwoo. Di squid games dia bikin emosi jiwa Krn liciknya, di prison playbook polos2 bodoh tapi baik 🤣. Tapi gara2 squid games, aku sampe agak lama males nonton prison playbook wkwkwkwkwk. Males liat mukanya. Tapi skr udh aku tonton lagi sih, walo blm tamat2 😅.

    So far suka sih squid games. Walo sbnrnya ga sadis2 amat, tapi tetep aja kagetttt tiap denger suara tembakannya 😔.

    Aku setuju Ama bagian trakhir. Mendingan jadi orang baik, jangan sampe dibenci orang banyak. Makanya aku cendrung diam drpd mengucapkan sesuatu yg mungkin bisa jadi kehebohan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha emang dahsyat godaan orang-orang ya mba Fanny😂😂😂 wkwkwk aktingnya melekat banget dong pas jadi Sangwoo sampai kebawa ke drama lain😆

      Iyaaa dan sampai ngilu gitu lho bayangin gimana korbannya merasakan tembakan😭

      Hehehe same mba Fanny, aku juga berusaha terus buat nggak bikin kehebohan yang negatif, walaupun kadang-kadang suka kelepasan kalau sama orang-orang dekat💆‍♀️

      Delete
  4. Aku tuh sama kayak Kak Endah, kadang. Udah males kalo ngikutin segala hal yang lagi happening haha. Cuman karena kepo dikasih tau spoiler sama Liaa, akhirnya aku nonton juga nih.

    Idem sama komentarnya Kak Fanny...so far aku menikmati series ini cuman kok aku ngerasa kayak ada yg kurang ya hahaha entah perasaanku aja atau gimana kalau series ini seperti terlalu cepat alur ceritanya. Tau2 udah pada mati aja 😅.

    Kayaknya detektif itu belum mati kak...*semoga jangan matii😭*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk high five! Iya kan ya, kayak kalau ada drama yang diomongin banyak orang tuh kayak males malahan buat nonton. Biasanya nunggu hypenya turun dan moodnya pas, baru nonton. Eh Squid Game ini beda, kuat banget godaannya buat ditonton😆

      Aku seneng lho malahan dibikin alurnya cepet begini. Cuma 9 episode dan durasinya hampir sejam aja kan, jadi nggak terlalu wasting time😆 prediksi orang-orang sih bakal ada sekuelnya, let's see.

      Iyaaa, dia harus hidup pokoknya. Mas detektif tidak boleh disia-siakan perannya kalau nanti ada sekuelnya😌

      Delete
  5. aslik sampe sekarang belom ketonton juga ni squid game
    cuman liat sekilas-sekilas aja pas lewat timeline
    awalnya aku kira agak menyeramkan gitu dengan adegan yang katanya berdarah-darah, tapi enggak juga ya

    paragraf terakhirnya ada benernya juga, tapi kadang suka galau bin bingung, misalkan maksud hati nggak pengen ngutangi, tapi ntar dikira pelit, dikira ga kemanusiaan. repot juga
    giliran udah dikasiih pinjem, nagihnya kayak rentenir, malah dimarahi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ada waktu dan mood lagi tepat, tonton aja mba Ainun. Iya darah-darahnya nggak sebanyak yang aku kira ternyata. Habis ini mau ada sekuelnya katanya.

      Hahahaha problema mengutangi ya, aku selalu bilang uangnya kepake soalnya ya emang kepake dong mau gimana huhu. Daripada nanti ribet sendiri.

      Delete

Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.