December 21, 2017

Belajar dari Kepergian Jonghyun SHINee


Hari ini perasaan saya sudah mending daripada kemarin-kemarin (meskipun tetep kudu nangis waktu lihat video maupun foto pemakamannya). Saya memang bukan fans SHINee tapi saya bener-bener sedih waktu baca berita Jonghyun meninggal. Menurut berita dia meninggal bunuh diri karena depresi.

Kemudian saya baca satu artikel tentang depresi. Salah satu gejalanya adalah nggak semangat menjalani hal yang sebelumnya sangat kita sukai. Bulan kemarin saya lagi tertekan dan stres banget tapi saya masih sempat ngeblog dan enjoy waktu nulis. Keadaan saya bukanlah depresi dan saya bersyukur untuk itu.....sekaligus sedih ngebayangin orang yang kena depresi. Kemarin itu aja saya udah nggak enak banget-bangetan, gimana rasanya orang depresi coba. T_____T


Ada satu twit yang menyadarkan saya kalau selama ini komentar-komentar negatif di internet yang diarahkan ke artis-artis K-Pop nggak menutup kemungkinan bisa bikin yang bersangkutan tertekan secara mental. Contoh karena isu dating si artis di-bash. Saya tertohok. Jujur aja saya pernah nge-bash artis yang dating. Bisa dicek di postingan tahun 2014-2015 di blog ini. Meskipun artis-artis K-Pop yang saya tulis dulu nggak tau postingan seorang nugu seperti saya, tapi saya merasa ternyata selama ini saya jahat. They inspire me but I badmouthed them. Mohon maaf atas ketidakdewasaan saya, seiring berjalannya waktu saya berusaha untuk jadi fans K-Pop yang lebih baik.

Banyak fans yang berduka karena kepergian Jonghyun, ada pula non-fans yang "memanfaatkan" momen ini untuk hal yang saya nggak tau tujuannya apa ngetwit sesuatu yang nggak lucu. Udah feeling sebenernya kalau kejadian ini akan ada pihak yang nyangkutpautin sama saudara-saudara muslim di Palestina. Okelah ini buat peringatan untuk nggak lupa memberi bantuan harta maupun doa untuk Palestina *ngetik sambil ngaca*. Tapi mbok ya kalau niatnya ngingetin mohonlah untuk pakai bahasa yang enak dibaca. Fans K-Pop nggak tau amal baik apa yang telah dilakukan admin akun twitter itu ke Palestina, sebaliknya admin itu juga nggak tau amal baik apa yang sudah dilakukan sama pihak yang disinggung. Sama-sama nggak tau lebih sopan nggak usah nge-judge. Selesai perkara.

Selesai juga postingan hari ini nanti kalau kepanjangan saya kuatir emosi dan jadi sedih lagi. Untuk teman-teman yang sedang berada di titik terendah dalam hidup, jangan menyerah, keep going! Allah SWT nggak akan menguji di luar batas kemampuan makhluk-Nya. Saya tautkan dua twit berikut:



Ayo semangat!!!

*


P.s.
I thought popularity and money made the owners happy. It turned out that happiness is not measured by money or other worldly things they own. Kim Jonghyun you'll be remembered.

No comments:

Post a Comment