Sekitar sebelas tahun yang lalu, aku berselancar di mesin pencari mencari sesuatu tentang K-Pop. Aku tidak ingat detailnya, yang jelas pencarianku mendarat di postingan giveaway buku Oppa Oppa. Buku tersebut menceritakan pengalaman penulisnya bertemu dengan idol-idol K-Pop di tahun 2011 sampai 2013.
Siapa penulis buku tersebut? Namanya Annisa Steviani. Kak Icha, panggilannya, jugalah yang mengadakan giveaway-nya. Sayang sekali ketika aku menemukan postingan itu, giveaway sudah tutup. Aku yang pada masa itu mupeng banget ingin bertemu dengan idol K-Pop tentu saja kecewa.
Hikmah yang aku dapat di balik kekecewaan tersebut *halah* adalah menjadi pembaca setia blog Kak Icha baik yang bertema K-Pop maupun yang lifestyle. π Sebenarnya aku pernah melihat buku Oppa Oppa di toko buku dua kali, namun nggak pernah jadi beli dengan berbagai pertimbangan.
Suatu hari di tahun 2025, aku melihat instastory Kak Icha yang isinya buku Oppa Oppa masih ada yang jual. Keinginan untuk membaca buku Oppa Oppa bangkit kembali. Namun, lagi-lagi aku tidak membelinya. Aku mencarinya di iPusnas dan buku Oppa Oppa ada di sana. ππ₯³
Buku Oppa Oppa aku baca dalam sekali duduk. Rasanya seneng banget karena pengalaman membacanya seperti membaca tulisan Kak Icha di blog. I miss it so much. π
Pas banget juga aku bacanya di tahun 2025, tahun di mana aku sudah pernah nonton konser K-Pop tiga kali, sudah pernah high five dengan idol, dan sudah pernah nonton sound check konser K-Pop. Kalau aku bacanya di tahun sebelum 2018 sih kayaknya bakal mewek iri. π€£
(Ya ampun dulu tuh rehearsal konser beneran seeksklusif itu. Belum jadi benefit nonton konser. Yang diundang pun cuma seratusan orang...)
Anyhwaaa~
Seru banget menyimak cerita press conference (presscon) Kak Icha dengan grup K-Pop di negeri orang. Membernya ada yang diem aja dan terlihat capek setelah konser di malam sebelumnya. Kalau aku bacanya di jaman dulu sih kayaknya bakalan ngedumel. π
Tapi karena bacanya saat sudah satu dekade bekerja, jadi bisa berempati. Dan ternyata pada masa itu, menghadiri konser di negara orang lebih mudah daripada di negeri sendiri untuk seorang wartawan. Fasilitasnya lebih baik, letak duduk di venuenya lebih strategis, dan bahkan dibagiin lightstick gratis! π±
Menarik banget pengalaman Kak Icha di buku Oppa Oppa karena tahun 2010-an awal K-Pop belum kayak sekarang yang tiap bulan idolnya bisa ke sini (atau tiba-tiba idolnya nge-vlog di Mentengπ€£). Dulu penuh perjuangan banget karena idol K-Pop masih jarang ke sini dan kesannya beneran jauh tak terjangkau. Jadi, bisa foto dengan idol tuh pencapaian banget. πππ
Hal-hal menarik dari buku Oppa Oppa aku tulis per poin:
- Dari cerita presscon dengan Jay Park, akhirnya aku tahu kenapa dia keluar dari 2PM. Dulu nggak tahu kenapa. Nggak cari tahu juga karena ke 2PM aku hanya casual listener.
- Jaketnya Taeyang Big Bang hilang sampai sekarang gara-gara dilempar ke penonton. π
- Saking belum umumnya konser K-Pop di belahan bumi Indonesia pada masa itu, yang mau nonton konser ke Singapura, ditanyain benda apa yang dibawa (lightstick). Dikira senter. π Disuruh lepas baterai dan gaboleh dinyalain di pesawat. YA SIAPA JUGA YANG MAU NYALAIN LIGHTSTICK DI PESAWAT. π
- NGAKAK BANGET YA ALLAH DI TENGAH ACARA MAU INTERVIU DENGAN INFINITE HP KAK ICHA BUNYI DAN ADA SUARA BISIKAN "JEWAIPI". π
- Random banget Kak Icha ketemu Siwon dan Ryeowook main ular di taman KidsZoo. π€£ Di hotel tempat mereka nginep deh kayaknya. Ryeowook menolak foto bareng karena kalo diiyain bakal ada ratusan orang minta foto bareng juga. Wajar sih, kan bukan jam kerja juga ya. Again, setelah bekerja selama satu dekade, aku paham kalau ada artis yang seperti ini. Kalau dulu kayaknya aku bakal ilfil ke artisnya. π€£π *dipukul*
Jadi reporter K-Pop ternyata berat. Iya sih dapat tiket nonton konser gratis. Tapi segera setelah konser selesai harus sudah setor berita. ππππ Buat aku yang nulis di blog aja nunggu mood, nggak kebayang bisa menikmati konser dengan sepenuh hati apa enggak kalau sambil liputan. Hebat deh Kak Icha ini. πππ
Huru-hara banget ritme hidup Kak Icha selama jadi reporter K-Pop. Kalo mau iri tuh kayak nggak pantes banget soalnya nggak sepadan juga usahanya dibanding Kak Icha. π€£
Beberapa prinsip hidup Kak Icha emang beneran dari dulu dipegang, seperti bodo amat dan mengusahakan keinginan sebaik mungkin. Membaca tulisan Kak Icha, aku jadi semangat dan nggak mager untuk bermimpi, bekerja sebaik mungkin untuk mewujudkannya. Kalau gagal yaudah coba lagi. πͺ
Berikut adalah kutipan favoritku di buku Oppa Oppa:
- Never give up on things that make you smile. Dibilang alay? Bodo amat, yang penting dipeluk Hangeng! (hlm. 14)
- Setelah itu, saya nggak bisa nonton showcase Jay karena besoknya pergi umroh. Untung ya saya nggak tahu malu dan minta langsung sama dia. Demi idola, banyak hal konyol dan kadang memalukan harus terpaksa dilakukan. Itu bukti bahwa kebahagiaan adalah pilihan dan hasil usaha kita sendiri. Hidup kini lebih damai, tenang, dan sejahtera toh setelah dapat tanda tangan Jay? *wink* (hlm. 47)
- ...jangan takut bermimpi! (hlm. 155) *ngetik sambil bayangin bisa nonton konser XngHan&Xoul dengan lancar jaya suatu hari nanti amin!*
- Satu pelajaran, selalu ada yang harus dikorbankan demi hal lain yang kita cita-citakan. :) (hlm. 212)
Selain pengalaman bertemu dengan idol K-Pop 2nd gen, Kak Icha juga menceritakan pengalamannya mewawancarai aktor-aktor Korea Selatan, seperti Lee Minho dan Lee Seunggi. Kalau kamu mau bernostalgia atau ingin tau bagaimana era kekoreaan di Indonesia circa 2011-2013, bisa banget baca buku Oppa Oppa.
Happy new year and see you on my next post!
*

No comments :
Post a Comment
Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.