Beberapa waktu yang lalu aku nonton dua video di channel NCT Wish yang isinya semacam camping activity. Videonya rilis udah lumayan lama sih. Waktu mereka masih bernama NCT New Team malah, dan Jaehee namanya masih Daeyoung, wkwkwk. Anyway, apa saja kind-of-camping-activity yang mereka lakukan di dua video tersebut?
Pertama, main bola. Dibagi dua tim. Selama ini aku udah nonton beberapa video-video terbaru NCT Wish yang isinya ada main bolanya. Jago-jago ya mereka main sepak bola, terutama Sakuya dan Yushi.
Speaking of Yushi, ybs ini sering menjadi top pick teman-temannya kalau lagi milih rekan satu tim. Nggak heran sih karena Yushi ternyata jago olahraga. Nggak hanya sepak bola, lari pun dia kenceng banget. Coba cari di YouTube NCT Wish ISAC 400m relay. Di situ kamu akan melihat Yushi yang melibas lawan-lawannya di track lari. Kalau nonton fancam yang isinya Yushi menye-menye pas pemanasan, percayalah itu hanya dunia tipu-tipu.
Next, main charade alias tebak-menebak gerakan. Satu member memperagakan gerakan dari jawaban yang dilihatin ke dia, nggak boleh ngomong. Lima member lainnya menebak jawaban yang benar.
Puas bermain, script selanjutnya adalah masak untuk makan malam. Ada yang bikin takoyaki, ada yang memanggang daging, dan ada yang masak telur dan bacon. Setelah makan saatnya makan dessert. Mereka bakar-bakar marshmallow dan bikin S'mores. S'mores rasanya gimana gengs? Belum pernah nyoba. ☹
Beres makan malam, sambil ngobrol mereka main lie detector. Idk karena mereka masih rookie atau apa, main lie detector-nya nggak terlalu seru, hahahaha. Yuk bisa yuk main lie detector lagi habis ini.
Terakhir, mereka main kembang api. Di lokasi tempat mereka syuting dua video camping activity ini ada camper van. Ada kabin juga tapi mereka nggak bermalam. Lalu, aku tiba-tiba kepikiran camping apakah sama dengan kemah?
Secara terjemahan kamus sih sama ya. Aku juga sampai browsing artikel yang membahas tentang kemah. Dapat satu artikel dari website Eiger yang judulnya "Berencana Berkemah? Kenali Dulu Seluk Beluknya di Sini!".
Di artikel tersebut disebutkan ada tiga jenis kegiatan berkemah, yaitu berkemah tenda (tent camping), berkemah dengan mobil (car camping), dan berkemah kabin (cabin camping). Dari ketiga jenis berkemah tersebut, yang pernah aku lakukan hanya berkemah tenda.
Waktu SD dulu aku ikut ekstrakurikuler Pramuka. Pernah berkemah dua kali. Pertama, kemah di sekolah yang tidurnya di dalam kelas. Kedua, kemah di SMP uri oppa dan tidurnya di dalam tenda.
Aktivitas yang dilakukan tentu saja beda jauh dengan aktivitas yang member NCT Wish lakukan tadi, wkwkwk. Masak-masaknya sih sama ya, tapi aku selalu nggak masuk tim masak karena emang nggak bisa masak, hahaha. Masuknya ke tim materi alias menyimak materi sandi-sandi Pramuka dari kakak-kakak pembimbing.
Selain itu ada juga kegiatan penjelajahan. Isinya jalan kaki di rute yang telah ditentukan sambil berhenti di pos-pos yang disediakan. Berhentinya bukan untuk bermain tapi untuk menyelesaikan misi yang diberikan kakak pembimbing di tiap-tiap pos. Misinya bisa berupa memecahkan sandi atau membuat simpul tali temali.
Penjelajahannya alhamdulillah siang hari. Kalau malam hari pernah pas MOS SMA (MOS = Masa Orientasi Siswa). Wihhh...penjelajahan malam ini selalu membuat aku takut karena cerita-cerita yang beredar pada masa itu tuh serem-serem, hahaha. Katanya penjelajahan satu-satu lah, ada pengalaman horor lah, males kan ya. 😅 Ending-nya penjelajahan satu kelompok, dan aku nggak mau di belakang sendiri. Aku milih berdekatan dengan teman yang terlihat paling berani atau yang sama-sama takut sekalian. Kalau yang sama-sama penakut biasanya jadi berani karena ada temennya. 😆
Back to kemah waktu SD yang tidur di kelas. Pada waktu itu pesertanya dari SD-SD yang satu kecamatan. Tidurnya di SD-ku. Masing-masing regu tempatnya dibatasi sama meja. Alas tidurnya karpet atau tikar yang dibawa dari rumah. Bantalnya kalau nggak salah tas deh. Atau dulu boleh bawa bantal ya? Lupa.
Dulu juga bawa kayu bakar apa enggak ya? Hahahaha, lupa juga. Yang jelas ada acara bikin api unggun yang mana kalau terlalu deket ke api unggunnya tuh muka jadi puanasss banget. Api unggunnya dinyalakan di hari terakhir apa ya, aduh lupaaa...udah lama banget. 🙈
Kayaknya acara api unggun ini dilaksanakan setelah sorenya upacara apel. Pemimpin upacaranya seorang cewek kelas enam dari sekolah sebelah. Cantik banget mbak ini tuh, inisialnya M, wkwkwk. Terus kan pas SD aku pacaran cinta monyet ya, nah pacar SD-ku itu katanya anak kamar sebelah ngelihatin mbak M mulu. Aku nggak terima dengernya, jadi aku denial. 🤣
Ending-nya kami tetep pacaran sampai dia lulus. Begitu lulus udah nggak nyapa aku lagi karena katanya udah punya pacar baru. Emang syaiton. 🙂
Anyway, pacar SD-ku ini dulu bandel tapi pinter. Cool banget loh dia waktu kemah bisa manjat tower yang dibangun sama kakak-kakak pembimbing. Mana pinru alias pemimpin regu. Tapi ya gitu minusnya, kelakuannya, kalau istilah sekarang, red flag ke aku pasca lulus SD. 🚩
Lanjut ke kemah di SMP uri oppa waktu aku masih SD. Tidurnya di tenda yang aku lupa tendanya ini dibangun sama siapa. Apa dibangun temen-temen cowok dan kakak-kakak pembimbing ya? LUPA, HAAA. Yang jelas tidurnya kayak pepes, umpel-umpelan sesama regu. Mandinya di sumber air di dekat sekolah itu.
Nama reguku dulu Regu Teratai, aku wapinru alias wakil pemimpin regu, HAHAHAHAHA. Kalau penjelajahan jalannya paling belakang. Alhamdulillah nggak ada penjelajahan malam.
Adanya kejadian yang sampai saat ini masih aku inget di malam hari. Jadi, waktu itu kami boleh dijenguk oleh orang tua di malam hari. Waktu itu aku nitip bawain pulang kantong kresek yang isinya daleman. Kantong tersebut diapit di lengan sama ibukku, katanya ada yang narik dari belakang. Ibukku ngiranya itu aku. Padahal bukan. Intinya kantong kresek itu sempet hilang sementara lah, dicari sampai dua kali di dalam tasku baru ketemu. Dulu aku panik banget takut kantong itu tercecer di atas bumi perkemahan hahahaha.
Waktu siang panas banget btw. Dulu itu aku pernah sama satu kakak kelas mau ikut materi kepramukaan. Tapi nggak jelas acaranya di mana dan jadi apa enggak. Ending-nya aku balik lagi ke tenda karena acaranya gaje.
Nah, di dekat tenda reguku ternyata pacar SD-ku lagi makan siang. Begitu aku datang, dia langsung kabur lari sekencang-kencangnya. Malu didatengin pacar. Aneh pokoknya dulu tuh pacarannya, nggak pernah deketan. Ngomongnya pakai surat. Ada nggak sih dulu pas masih SD kayak gini? 😅
Regu yang dia pimpin namanya Regu Semut, btw. Pernah menang lomba Pramuka apa gitu judulnya. Nggak inget juga sih menangnya waktu dia masih di SD atau udah lulus.
Regu Teratai juga pernah menang btw. Juara 3 sekecamatan, dapat piala, dan diserahin waktu upacara hari Senin. Sebagai anak SD kamffung, kami satu regu bangga banget bisa mempersembahkan piala mungil untuk sekolah kami yang hanya punya tiga piala pada masa itu. 🥳
Sebenarnya kami nggak ekspek sama sekali kalau bisa juara 3 pada waktu itu karena lawannya dari SD yang kompak banget yel-yelnya dan atribut seragam Pramukanya bagus. Begitu melihat papan tulis yang menampilkan skor misi-misi yang dijalankan selama penjelajahan, kami bersorak sorai ketika salah seorang kakak pembina menuliskan angka III di sebelah kanan nama SD kami. 🥳 Juara 1-nya adalah regu pimpinan si cantik mbak M. Dua sekolah dusun bisa menang. 🥳🥳
SMP dan SMA aku nggak lagi ikut ekskul Pramuka karena waktu SMP aku minder dengan salah satu teman. Teman ini dulu SD-nya di SD yang kompak banget yel-yel dan atribut seragam Pramukanya bagus waktu reguku juara 3 sekecamatan. Curiga jangan-jangan teman ini dulu ikut lomba yang sama dengan reguku, hahaha. Nggak pernah nanya juga sih.
Kegiatan berkemah aku jalani lagi ketika duduk di bangku kuliah. Pada waktu itu ada ospek jurusan. Ospeknya ada acara berkemah di bukit di kota sebelah. Medan yang kami lalui tentu saja lebih ekstrem dibandingkan dengan rute penjelajahan waktu masih SD.
Kami satu angkatan yang satu jurusan harus berjalan dengan memanggul ransel ke tempat mendirikan tenda. Aku dulu nggak paham bedanya sendal gunung dan sendal yang talinya mirip sendal gunung. Ternyata yang aku beli adalah sendal fashion yang menyerupai sendal gunung, HAHAHAHA.
Ketahuannya pas jalan ke tempat mendirikan tenda itu. Aku jalannya paling depan waktu itu. Ada kakak tingkat yang jadi panitia ospeknya bilang, "Kamu jalannya cepet ya, padahal sendalnya sendal ke mall." Terus aku kayak...HAH SENDALNYA SALAH??? 🤣
Yaudah sih life must go on. Itu tuh sendal baru. Aku pakai langsung di acara ospek itu. Beuuhhh...besoknya waktu dipakai penjelajahan, kakiku banyak banget tempelan plester luka karena lecet di sana-sini. 🤣
Anyway, di ospek ini kami mendirikan tenda sendiri. Mana hujan deres waktu itu. In the middle of nowhere lagi. Tempatnya dikelilingi pepohonan gitu. Terus karena tenda kami nggak jadi-jadi, akhirnya ditegur sama kakak panitia. Yang ditegur yang cowok-cowok, hahahaha. Karena nggak bantu kami yang cewek-cewek ini untuk mendirikan tenda. Akhirnya mereka split jumlah, setengahnya mendirikan tenda laki-laki, setengahnya lagi bantu kami-kami yang kesulitan ini.
![]() |
| Ternyata tendanya tenda terpal gaes. 😭 Thanks to kakak-kakak panitia untuk dokumentasinya. Izin melampirkan fotonya di blog sebagai kenang-kenangan masa muda kita yang indah. 🏕 |
Waktu itu aku nggak punya sleeping bag dan nggak ada ide untuk pinjam sleeping bag atau sewa. Jadi aku hanya bawa selimut garis-garis rumah sakit. Awalnya sih nggak kenapa-kenapa ya karena badan masih panas setelah penjelajahan malam.
Begitu dini hari, aku kebangun karena DINGIN BANGET ASTAGFIRULLAH. 🥶🥶🥶🥶🥶🥶🥶 Sampe bangunin temen sebelahku. Aku minta dia untuk nindihin kakiku pakai sleeping bag-nya, wkwkwkwk. Maaf ya kawan, kamu aku repotin mulu, HUHUHUHU. Setelah insiden itu, malam kedua aku pakai mantel hujan buat tidur biar nggak kedinginan lagi. 🤣
Seru banget sih kalau dipikir-pikir ospek jurusanku itu. Tapi kalau disuruh ngulang aku nggak mau, hahahaha. Penjelajahannya dilakukan siang dan malam. Jalannya jauh, naik turun medannya. Pernah di suatu malam, temen cewekku kebelet pipis dan nggak ada sumber air yang dekat. Jadilah dia pipis sambil kami tutupin melingkar. Yang cowok-cowok menjauh dulu.
Di hari terakhir ospek hidungku mampet, gabisa nyium bau apa pun. Waktu itu sarapannya ikan mujaer goreng, dikasih tahu teman karena dia nyium baunya. Aku yang nggak doyan mujaer ini langsung dibeliin tempe tahu goreng sama kakak-kakak panitianya, wkwkwkwk.
Oh iya, dari acara ospek jurusan ini aku jadi tahu bahwa aku alergi ikan pindang. Pernah di suatu malam, makannya satu kelompok satu tampah. Aku udah kayak...waduh ada ikannya, aku nggak suka ikan lagi. Begitu salah satu temenku mau mencampurkan semua lauknya jadi satu, langsung aku cegah. 😆
Nggak dicampurin aja lauk yang aku ambil pakai tangan udah ada rasa-rasa dan bau ikannya. Apalagi kalau dicampur. Nah, setelah makan malam itu aku merasakan gatal-gatal di kaki. Ternyata aku alergi. Untung nggak lama gatal-gatalnya.
Wah...udah panjang banget postingan curhatnya. 😆 Udahan dulu. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Bye-bye!
*


No comments :
Post a Comment
Halo! Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu.