December 2, 2015

Datang Terlambat

Rasa kantuk yang dirasakan Gayoung sepuluh menit yang lalu menguap entah kemana. Jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Gayoung menyesal mengapa tadi minum terlalu banyak air, akibatnya dia harus ke kamar kecil tepat sebelum jam tidur. Dinginnya air yang menyentuh kulit Gayoung seketika melenyapkan kantuknya malam itu.

"Apa yang harus kulakukan?" gerutunya.

Gayoung sudah bosan memaksa matanya untuk terpejam. Kegiatan itu tidak mampu mengantarkannya ke alam mimpi. Dia lalu mengambil komik dari meja di samping tempat tidurnya, komik yang sebenarnya sudah dibacanya berulang kali. Apa boleh buat. Siapa tahu dengan membaca, kantuk yang tadi pergi akan datang kembali.

Mata Gayoung dengan tekun mengikuti dialog tokoh di dalam komik. Komik yang dibaca Gayoung berkisah tentang seorang gadis ceria yang menjalani kehidupan sebagai seorang siswi. Tentang tugas yang banyak, tes olahraga yang mengasyikkan, teman-teman yang baik dan usil, serta seorang cowok yang menyukai gadis itu tapi tidak tahu cara mengungkapkannya. Cowok itu selalu iseng kepadanya untuk menutupi rasa grogi di dekat gadis itu.

Pikiran Gayoung meluncur teringat temannya dulu yang juga sangat iseng kepadanya, Chanyeol. Entah sejak kapan Chanyeol mulai sering iseng terhadap Gayoung. Chanyeol yang gemar basket, tidak jarang mengusapkan keringat yang bercucuran hasil bermain basket di waktu istirahat ke pundak Gayoung sampai gadis itu marah-marah. Chanyeol juga pernah melempar bola basket ke kepala Gayoung. Chanyeol sepertinya bahagia jika Gayoung memarahinya. Setiap kali Gayoung marah karena keisengannya, Chanyeol hanya senyum-senyum nggak jelas.

Suatu pagi, Chanyeol tidak sengaja naik bus yang sama dengan Gayoung ketika berangkat sekolah. Chanyeol langsung mengambil tempat duduk di samping Gayoung yang masih kosong. Mereka berdua mengobrol sepanjang perjalanan. Mata Chanyeol begitu berbinar-binar saat berbicara dengan Gayoung.

Suatu hari, Chanyeol mengajak Gayoung pulang bersama. Ajakan yang menurut Gayoung hanya iseng belaka mengingat Chanyeol sering mengerjainya. Ajakan yang menurut Gayoung diutarakan dengan nada dingin. Gayoung menolaknya mentah-mentah.

Waktu terus berjalan dan ternyata Gayoung telah berpacaran dengan Soohyuk, cowok kuliahan. Chanyeol tidak mengenal Soohyuk. Perlahan dia mulai mengurangi keisengannya terhadap Gayoung. Meskipun Soohyuk tidak akan tahu dia mengerjai pacarnya, Chanyeol merasa Gayoung sudah bukan "miliknya" lagi sehingga dia tidak berhak mengganggu gadis berambut panjang kesayangannya itu. Chanyeol juga sudah tidak lagi meminta bantuan Gayoung ketika dia kesulitan memahami pelajaran Sejarah. Chanyeol semakin menjaga jarak dengan Gayoung.

Hubungan Gayoung dan Soohyuk berakhir dengan cepat. Soohyuk bukan cowok baik-baik. Hati Gayoung patah. Dia butuh seseorang untuk menghiburnya agar cepat melupakan Soohyuk. Entah mengapa, Gayoung tiba-tiba teringat sosok Chanyeol. Ya, Gayoung merindukan Chanyeol dan segala keisengan yang pernah dilakukan padanya. Keisengan yang ternyata adalah wujud dari perasaan Chanyeol padanya. Hal yang selama ini hilang namun Gayoung tak menyadarinya.

Kini, Chanyeol sudah menjadi milik Hojung. Gayoung menyesal mengapa dia tidak mampu membaca perasaan Chanyeol waktu itu. Gayoung menyesal mengapa melewatkan cowok yang memiliki kepribadian sesuai dengan standar cowok idamannya. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Sama seperti cintanya kepada Chanyeol, datang terlambat.

Gayoung menarik selimut hangatnya sampai ke dagu. Dia ingin segera tidur dan menyudahi kebaperannya malam itu.

No comments:

Post a Comment