May 5, 2015

[Fan Fiction] Dating Alone with Chanyeol (Part 2 - END)


“Hojung,” panggil Chanyeol. Mereka berdua sedang ada di sebuah kafe.

“Ya?”

Chanyeol agak ragu mengatakannya, dia berpikir sejenak. “Orang yang kau sukai, apa aku mengenalnya?”

Hojung enggak menyangka kalau Chanyeol akan bertanya tentang hal itu. Di tempat itu. Di hari itu. “Tentu saja,” jawab Hojung yang membuat Chanyeol semakin penasaran. “Orang yang aku sukai itu adalah,” Hojung memotong kata-katanya. “Chanyeol oppa.”

“Benarkah?” suara Chanyeol terdengar kecewa. Hojung kaget dan menyesali kata-katanya tadi. Hojung malu sekali, ingin rasanya dia berlari keluar dari kafe itu dan pulang untuk menangis sejadi-jadinya. Tapi Chanyeol keburu meneruskan kata-katanya, “Haish kenapa kau mengatakan suka duluan? Harusnya aku yang mengatakannya duluan. Kau senang mendahuluiku ya?”


Senyum Hojung mengembang seketika. Kurang ajar gue dikerjain! batinnya senang.

“Baiklah meskipun ini aneh aku juga akan mengatakannya,” Chanyeol memasang wajah serius. “Aku bukan cowok keren seperti yang kau pikirkan,” Chanyeol mulai kege-eran tapi bener. “Aku takut pacaran lagi setelah aku putus dengan cinta pertamaku dulu. Aku pengecut kan?” Chanyeol menertawai dirinya sendiri. “Tapi kau telah mencuri perhatianku sejak pertama kali bertemu.”

Pertama kali bertemu? Hojung penasaran dimana Chanyeol merasa pertama kali bertemu dengan Hojung. Di perpustakaan atau di kafe tempat kencan buta dulu? Hojung menahan rasa ingin tahunya, dia tidak ingin pertanyaannya merusak suasana.

“Aku takut kau mendengar gosip yang tidak-tidak tentangku. Aku enggak mau hatimu terluka,” Chanyeol meneruskan kalimatnya. “Aku sebenarnya menyesal kenapa enggak dari dulu aku mengatakan ini. Aku akan lebih hati-hati kali ini.” Chanyeol diam sebentar. “Hojung, aku sangat menyukaimu. Apa kau mau menerima aku yang seperti ini?”

Begitulah, Chanyeol dan Hojung akhirnya jadian. Mereka merahasiakan hubungan dari teman-temannya yang lain.

Ponsel Hojung berbunyi. Ada pesan masuk dari Chanyeol.

‘Ayo kencan hari ini. Aku tunggu di tempat biasa <3’

Hojung melompat dari tempat tidur dan langsung membuka lemari pakaiannya. “Kenapa ngajaknya mendadak gini sih? Duh harus pake baju apa nih,” Hojung marah-marah sendiri, tapi hatinya senang.

Hojung mengeluarkan empat pasang pakaian dari lemari. Outfit is the most important thing on her first date with her first love!

Pertama, dia memakai rok mini dan bercermin. “Gue cantik banget, kaki gue jadi makin kelihatan jenjang pake rok ini,” katanya bangga. Cekikikan sendiri. Badan Hojung memang ala ala model Esteem. “Tapi terlalu terbuka deh buat kencan pertama.”

Kedua, Hojung berdandan kasual dengan T-shirt putih, celana jeans, sepatu keds, dan topi. Dia kemudian bercermin, “Yang ini dipake nanti aja kalau liburan berdua ke Disneyland.”

Ketiga, dia mengenakan H-line dress supaya terlihat dewasa tapi jatuhnya malah kayak orang mau ke pesta.

Ribet.

Keempat, Hojung berharap baju yang terakhir ini cocok. Jangan sampai pilihannya kembali lagi ke rok mini. Wear innocent light dress that all men can like is the best choice, begitu pikir Hojung. Sebenarnya Hojung ini mau pakai pakaian apapun pasti jadinya cantik.

Kencan pertama sukses dan berlanjut ke kencan kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Suatu hari mereka berkencan di sebuah bar. Mereka ngobrol-ngobrol dan sesekali tertawa seperti biasa. Benar-benar pasangan yang cocok. Chanyeol tiba-tiba mengalihkan perhatian ke televisi di belakang Hojung. Matanya tidak berkedip sama sekali.

Hojung menoleh dan mendapati iklan yang menampilkan aktris Jun Jihyun memakai gaun sedikit terbuka dan tatapan mata minta digoda. Wajah Hojung berubah judes dan berpikir untuk balas dendam kalau ada iklan yang menampilkan Wonbin, tapi dia dengan cepat berubah pikiran.

Hojung berusaha membuat ekspresi wajah sebiasa mungkin. Tapi gagal. Hojung ngambek ke Chanyeol.

Usaha Chanyeol untuk membuat Hojung cemburu berhasil. Chanyeol kemudian buru-buru minta maaf sambil nyengir-nyengir bahagia.

Karena kesibukan kuliah masing-masing, Chanyeol dan Hojung jarang kencan di luar lagi. Mereka memutuskan untuk secret dating di belakang kampus hari ini. Hojung datang duluan dan menunggu Chanyeol selesai kuliah.

“Hojung, maaf aku terlambat,” akhirnya Chanyeol datang. “Hari ini kuliahku padat banget. Kau sudah lama menunggu?”

“Lumayan sih, untung aku sudah makan siang di kantin tadi. Oppa, kau sudah makan?”

“Belum,” jawab Chanyeol singkat. Chanyeol menoleh ke kanan dan ke kiri. Matanya mengamati apakah tempat itu benar-benar sepi.

Ngapain sih celingukan kayak maling begitu, kata Hojung dalam hati.

Chanyeol maju ke arah Hojung.

Mau ngapain?! Hojung mulai panik, Hojung berjalan mundur.

Chanyeol maju lagi ke arah Hojung. He grabbed her neck!

Lo mau cium gue?! Hojung tambah panik. Kenapa musti sekarang sih? Aduh gawat mana tadi gue makan pake bawang lagi. Bego tadi enggak sekalian sikat gigi!

Dulu Chanyeol pernah mengerjai Hojung di perpustakaan. Ketika Hojung sibuk membaca buku, Chanyeol sibuk memperhatikan wajah Hojung. Wajah serius Hojung memancing Chanyeol untuk menggodanya. Chanyeol tiba-tiba menarik tangan Hojung dan mengajaknya ke dalam barisan rak-rak buku, dia berpura-pura akan mencium Hojung.

“Di perpustakaan dulu aku memang cuma bercanda, tapi kali ini aku serius,” kata Chanyeol.

Chanyeol mendekatkan wajahnya ke wajah Hojung. Chanyeol memejamkan matanya.

GAWAAAT!!! Apa gue ikut merem juga ya? Ah tapi gue lagi bau bawang, jantung Hojung berdetak semakin cepat.

PLAK!

Chanyeol mengusap-usap pipinya, dengan tersenyum dia berkata, “Baiklah, lain kali kau siap-siap ya.”

Hari demi hari berlalu, suatu pagi yang cerah di kampus Hojung berjalan sendirian menuju ke ruang klub fotografi. Dua orang cewek yang berpapasan dengannya bisik-bisik dan menunjuk-nunjuk ke arah taman kampus.

“Lho itu kan Chanyeol? Sama siapa tuh kok cantik banget?”

“Itu mantannya!”

“Hah? Jadi Woohee udah balik dari Perancis?”

“Menurut lo? Yaiyalah udah. Tau enggak? Dulu mereka terkenal sebagai good looking couple dari klub fotografi bla bla bla bla...”

Bisik-bisik mereka lumayan keras hingga telinga Hojung dapat mendengar nama Chanyeol disebut-sebut. Hojung mengikuti arah telunjuk dua cewek itu dan mendapati Chanyeol ngobrol akrab dengan cewek yang dipanggil Woohee itu. Hojung enggak tau siapa itu Woohee karena Chanyeol enggak pernah cerita padanya.

Hojung hanya bisa berlalu, hatinya sedih melihat Chanyeol dan Woohee. Ingin rasanya dia menghampiri mereka berdua saat itu juga dan marah-marah, tapi tindakan itu dirasanya sangat kekanak-kanakan.

Hojung mengingat-ingat kembali ucapan dua cewek tadi. Woohee mantan pacar Chanyeol? Woohee cantik sekali, matanya besar, batin Hojung. Sebenarnya Hojung tidak ingin terus mengingat-ingat kejadian tadi, tapi otaknya tidak bisa berhenti memikirkannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Pesan masuk dari Chanyeol.

‘Aku bertemu mantanku tadi. Aku memberitahumu supaya kau tidak salah paham kalau ada omongan orang lain tentang itu. Aku akan cerita detailnya nanti.’

Woohee dan Chanyeol dulu sama-sama di klub fotografi. Awalnya mereka hanya berteman namun lama-kelamaan mereka saling jatuh cinta dan akhirnya jadian. Woohee dan Chanyeol menjadi campus couple populer waktu itu, banyak yang iri dengan hubungan mereka berdua. Sampai suatu hari Woohee harus pergi ke Perancis demi mewujudkan mimpinya menjadi seorang desainer. Hubungan mereka kandas di tengah jalan karena Woohee tidak tahan hubungan jarak jauh.

Dan hari ini Woohee kembali.

Klub fotografi mengadakan welcome party untuk Woohee.

Mau enggak mau Hojung harus datang ke pesta itu. Kikuk memang, tapi mau bagaimana lagi.

“Hey Woohee kenapa kau baru datang?” sapa ketua klub. “Ini pesta untukmu malah kau terlambat. Ayo duduk sini,” ketua klub menyuruh Woohee duduk di kursi di samping Chanyeol, berhadapan dengan Hojung. Chanyeol menarik kursinya agar sedikit lebih jauh dari kursi Woohee.

“Wah kau makin cantik saja Woohee,” kata Sangjoon.

“Berhubung kau sudah balik dari Perancis, apa ada rencana balikan dengan Chanyeol?” goda teman lain.

Woohee hanya tersenyum. Semua yang ada di pesta itu enggak tau kalau Chanyeol dan Hojung berpacaran. Chanyeol berkali-kali melihat ke arah Hojung, memastikan kalau dia baik-baik saja.

“Sudah balikan saja, kalian cocok!” timpal teman lain.

“Bagaimana kalau kita suruh Chanyeol dan Woohee melakukan love shot?” usul ketua klub yang langsung disetujui oleh yang lain.

Woohee tersenyum mengangkat gelas dan bersiap untuk love shot dengan Chanyeol. Chanyeol makin kikuk, dia harus menjaga perasaan Hojung, “Kita eng...minum sendiri-sendiri saja, hehehe.”

Woohee sedikit kecewa dengan penolakan Chanyeol. “Kalau begitu minumkan ini untukku, aku sudah terlalu mabuk. Waktu kita pacaran dulu, kau sering kan melakukannya kalau aku sudah terlalu mabuk?” Woohee mengajukan gelasnya pada Chanyeol.

Hojung hanya bisa diam, dia berusaha menahan air matanya supaya tidak keluar dengan meminum segelas soju yang sedari tadi ada di tangannya.

“Jangan minum lagi, kau sudah terlalu mabuk,” Chanyeol merebut gelas itu dari tangan Hojung dan meminumnya.

Woohee enggak percaya dengan kejadian yang baru saja dilihatnya. Apa hubungan Chanyeol dengan cewek ini? batin Woohee. “Aku mau ke toilet dulu.”

Pesta terus berlanjut dan semua anggota klub fotografi menikmati pesta itu. Woohee kembali dari toilet. Dia masih enggak terima karena ditolak Chanyeol dua kali, “Chanyeol, aku terlalu banyak minum. Kepalaku pusing, antarkan aku pulang ya sekarang.”

Hojung bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Woohee, “Maaf bukannya aku tidak sopan, aku cuma ingin mengatakan satu hal padamu. Aku ini milik Chanyeol. Jangan sentuh dia, dia pacarku.”

Kaget, Woohee memasang wajah heran enggak percaya. Dia melihat Hojung dari atas ke bawah dengan pandangan sinis, “Seleramu berubah banyak ya Chanyeol. Dia bilang dia milikmu, benar?”

Chanyeol berdiri dan melihat Hojung dengan pandangan yang enggak kalah sinis, “Bukan.”

Hojung seperti tersambar petir mendengar jawaban Chanyeol. Woohee menyunggingkan senyuman bangga, dia tau Chanyeol enggak akan jatuh cinta dengan cewek lain selain dirinya.

Sedetik kemudian Chanyeol menatap jail mata Hojung, “Tapi aku miliknya.”

Senyum Woohee lenyap seketika, kini giliran dia yang seperti tersambar petir mendengar ucapan Chanyeol. Woohee melongo enggak percaya.

“Berhubung kita sudah membiacarakan ini, jadi...,” Chanyeol merangkul pundak Hojung dan membawanya ke hadapan teman-temannya. “Teman-teman, hari ini aku umumkan kalau Hojung adalah pacarku. Kalian jangan berani-berani menyentuh dia ya,” Chanyeol nyengir lebar disambut dengan tepuk tangan dan ucapan selamat dari teman-temannya.

***

AKHIRNYAAA SELESAI JUGA!!! Haduh-haduh kualat fanfiction nih saya. Dulu saya enggak suka banget lho sama fanfiction, suka nyinyir ceritanya yang menurut saya konyol banget lol. Lha terus waktu lihat Dating Alone with Chanyeol lha kok malah pingin buat fanfiction sendiri. BAHAHAHAHAHA.

BTW jalan cerita fanfiction bikinan saya ini 100% berdasarkan jalan cerita acara Dating Alone with Chanyeol. Beberapa bagian ada yang saya modifikasi sendiri biar jelas. Emang makin jelas? Pede banget XD

Semoga suka dengan fanfiction perdana saya. Yuhuuu~~~

No comments:

Post a Comment